Perdagangan hari itu berakhir bukan dengan lembaran rupiah, namun tumpahan keringat. Abg penjual karpet dengan lugunya dirayu masuk oleh pemilik rumah sebelum pelan-pelan ditanggalkan pakaian lusuhnya. Pertarungan singkat mendadak pecah di garasi kosong, menghadirkan erangan perih sekaligus pasrah atas kehilangan harga diri sedetik.